Sejarah Diktator, Pemimpin yang Kejam & Jahat? (Part 1)

Diktator Merupakan sebuah istilah yang mengundang kengerian tersendiri Bagi masyarakat umum dan dalam diskursus politik di zaman sekarang Diktator memunculkan gambaran-gambaran tirani Dan tata kenegaraan yang opresif Seorang individu Yang memegang kekuasaan tunggal di atas suatu negara Di dalam rezimnya yang penuh dengan publicity, Pengebirian hak asasi politik dan sebagainya Diktator memunculkan nama-nama figur sejarah seperti Benito Mussolini, Robert Mugabe dan Joseph Stalin Sebuah kediktatoran Biasanya ditandai dengan adanya sebuah rezim militeristik, Sentralisasi kekuasaan, Dan tidak jarang sebuah pengagungan Terhadap individual dari diktator yang bersangkutan Pada zaman sekarang, Pemerintahan kediktatoran Masih bisa diidentifikasi di beberapa negara Dan terdapat lembaga-lembaga internasional seperti “” Home of Freedom”” Yang berdedikasi untuk mengumpulkan data Dan membentuk ukuran-ukuran kebebasan pemerintahan Dan masyarakat sipil dari negara-negara di dunia Namun siapa sangka, Bahwa jabatan diktator Memiliki asal-usul yang tidak disertai makna negatifnya di zaman sekarang Diktator merupakan kedudukan yang formal Dan merupakan sebuah tugas kenegaraan Istilah diktator berasal dari bahasa latin Kuno Yaitu dari kata kerja “” dictare”” yang memiliki arti mendikte atau memerintah Tahun 509 sebelum masehi Bangsa Romawi mengasingkan Raja Terakhir mereka Dan memulai bentuk pemerintahan yang baru Yang sejarawan sebut sebagai Republik Romawi Kekuasaan yang dunia dipegang oleh seorang Raja Dibagikan ke institusi-institusi pemerintahan baru Yaitu pejabat terpilih, Senat, Dan dewan dewan majelis Semua institusi ini, Khususnya pejabat terpilih Memiliki pembatas kekuasaan masing-masing Mengambil contoh jabatan “” Consul”” Yaitu pejabat terpilih tertinggi di Romawi yang kekuatannya dibatasi dengan arahan dari senat Romawi Setiap tahunnya Dipilih dua orang untuk menjadi Consul Sehingga tidak ada satupun individu Yang memiliki terlalu banyak kekuasaan Terlebih setiap jabatan, Memiliki masa jabatan yang sangat terbatas Yaitu hanya satu tahun Republik Romawi memiliki lembaga-lembaga pemerintahan Yang melakukan peran dan fungsinya masing-masing Untuk menjalankan roda pemerintahan sehari-hari Berbeda dengan jabatan diktator, Jabatan dengan kekuasaan tidak terbatas dan hanya diperuntukkan ketika Republik Romawi Tengah menghadapi masa-masa Genting Dibentuknya jabatan ini Adalah pada masa awal Republik Ketika bangsa Romawi di ambang perang melawan Liga Latin dan Bangsa Sabines Diduga, Terbentuknya jabatan ini sangat terinspirasi dengan jabatan-jabatan serupa yang sudah ada di berbagai suku-suku bangsa latin kuno di dekat Kota Roma Senat Romawi, Adalah badan yang berhak untuk mengisukan sebuah dekrit Yang menyatakan dibutuhkannya seorang untuk menjabat sebagai diktator Setelah itu, dua Consul yang sedang menjabat Memilih siapa yang akan menjadi diktator Meskipun biasanya Senat Romawi telah mengajukan kandidatnya sendiri Langkah terakhirnya, Adalah dewan majelis Komite Curia Untuk mengesahkan Imperium Atau hak komando untuk memerintah bagi diktator tersebut Hampir setiap diktator Adalah seorang mantan Consul Dan memiliki catatan militer yang dipandang terbaik di Kota Roma Diktator, Memiliki masa jabatan tidak lebih dari 6 bulan Apabila masa jabatannya sudah habis, Setiap diktator harus turun dari jabatannya Meski secara teori Kekuasaan seorang diktator tidak memiliki batas Namun secara praktik, Kekuasaan ini dibatasi oleh hal-hal lain Pertama dan terutama, Adalah masa jabatannya yang sangat singkat Seringkali seorang diktator juga turun dari jabatannya Ketika tugasnya telah selesai atau masa krisis setelah lewat Meskipun, Masa jabatannya secara resmi belum berakhir Kedua, Seorang diktator hanya memiliki kekuasaan penuh Pada ruang lingkup dari tugas yang dimandatkan oleh senat Romawi Diluar tugas tersebut, Maka seorang diktator Secara praktis tidak memiliki kewenangan Ketiga, Adalah ketergantungan diktator Untuk bekerjasama dengan pejabat dan senat Romawi Meskipun secara teori, Sedang berada pada sebuah rezim kediktatoran Batasan-batasan ini, Dibutuhkan untuk menjauhkan seorang diktator dari kekuasaan absolut Dan menjauhkan kedudukan diktator Dari image seorang raja Nah, mau tahu siapa tokoh-tokoh Romawi Yang pernah menjabat menjadi seorang diktator? Tunggu konten selanjutnya Hanya di YouTube Inspect History

As found on YouTube

Originally posted 2023-02-04 19:48:32.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *